Selasa, 31 Maret 2015

Cara Memperkuat Keimanan Kita Kepada Allah



Assalammu'alaikum sobat Yuashepti90, Sudah lama sekali ya saya tidak berbagi sesuatu :) . Kebetulan tadi saya baru membaca sebuah tulisan di sebuah blog milik seorang sahabat muslim. Setelah membacanya, saya rasa tulisan tersebut sangat membantu kita sebagai umat muslim untuk lebih memperkuat keimanan kita. Semoga Sahabat muslim yang posting tulisan ini diberikan segala kebaikan oleh Allah SWT. Langsung saja dibaca tulisannya ya :) 

Memperkuat Keimanan Kita Kepada ALLAH

Mendapat beberapa pertanyaan dan request dari seorang teman, yang mengeluhkan tentang semangat ibadahnya yang menurun, maka kali ini ingin menulis sedikit hal atau cara yang diharapkan bisa memperkuat dan memperkokoh kembali keimanan kita, dan diharapkan bisa bermanfaat untuk semua.
Terkadang keimanan kita tidak selalu kuat, aku pun terkadang juga merasakannya, ada kalanya keimanan kita lemah, ini sering terjadi pada diri kita, sesuai dengan keadaan kehidupan atau aktivitas kita sehari-hari. Ada beberapa hal yang menyebabkan keimanan kita melemah, seperti: kurang maksimalnya ibadah kita kepada Allah dan karena bisikan syaitan. Dari beberapa penyebab tersebut, maka sudah keharusan kita semua untuk selalu menjaga dan mengembalikan keimanan kita agar menjadi kuat dan kokoh kembali. Pertama kita harus mengetahui hal apa saja yang menyebabkan iman kita melemah dan bagaimana untuk mengatasi hal tersebut.
Berikut ini adalah beberapa hal yang terkadang sering membuat iman kita melemah:
  1. Sering melakukan dosa atau maksiat dan tidak merasa bersalah akan hal tersebut, bahkan sadar namun masih tidak mau meninggalkannya.
  2. Terikat dengan hal-hal yang haram, misalnya aktivitas haram yang sering dilakukan sehari-hari, seperti pacaran dan sejenisnya.
  3. Menganggap biasa sebuah hal yang dilarang Allah, ex: masih enggan menutup aurat saat keluar rumah dsb.
  4. Tidak merasa takut atas beberapa penjelasan Allah yang terdapat dalam Al Quran, ex: penjelasan tentang keras dan pedihnya siksa dineraka.
  5. Mempunyai hati yang keras, yaitu hati yang sulit untuk menerima nasehat kebaikan dari seseorang atau teman, dan tidak ada kemauan untuk membaca Al Quran serta memahami maknanya.
  6. Sering malas mengerjakan amal kebaikan atau ibadah, ex: sering telat dalam shalat, sering menunda-nunda shalat.
  7. Sering meninggalkan sunnah Rasulullah, ex: shalat-shalat sunnah dsb.
  8. Menyepelekan orang lain atau teman yang sering melakukan kebaikan-kebaikan yang dianggap sepele atau kecil, ex: membersihkan masjid, dsb.
  9. Sering membuang-buang waktu terhadap hal yang tak berguna.
  10. Kesulitan dalam mengingat Allah disetiap keadaan, aktivitas atau kejadian, ex: jarang bersyukur kepada Allah jika diberi nikmat.
  11. Sangat mencintai kehidupan dunia, berlebihan dalam mencintai segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat duniawi, seperti mencintai benda-benda dunia, kedudukan dan harta.
  12. Menyuruh dan menasehati orang lain dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya, namun ternyata tidak mempraktekkannya sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
  13. Suka memperdebatkan hal-hal yang sudah jelas dilarang dalam islam dan tidak mau meninggalkan larangan tersebut, bahkan mengemukakan alasan-alasan yang bertujuan membenarkan dirinya.
Itulah contoh beberapa hal yang membuat iman kita melemah, maka perkuat dan kokohkan lagi keimanan kita dengan terus berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah. Banyak cara yang dapat kita lakukan, berikut ini adalah beberapa hal yang InShaAllah dapat memulihkan keimanan kita yang lemah.
  • Sadar akan dosa dan bertaubat
Sebagai manusia kita tidak luput dari dosa, dan sebaik-baik manusia adalah yang selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Mulai sekarang tinggalkanlah semua aktivitas atau perbuatan yang dilarang oleh Allah, dan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
  • Menjaga shalat
Berusaha untuk shalat tepat waktu, jangan suka menunda-nunda shalat, karena ibadah shalat ini adalah kewajiban kita sebagai umat islam. Ini adalah jalan terbaik untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah, bukan hanya karena dengan shalat kita sudah melaksanakan kewajiban, namun dengan shalat ini juga sebagai komunikasi dengan Pencipta kita, kita berdoa, kita meminta pertolongan, karena hanya kepada Allah lah tempat kita mengadu. Jika shalat kita baik maka baik pula segala yang ada pada diri kita.
Allah berfirman dalam Al Quran:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (Qs. Al Anfal 2-4)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al Ankabut 45)
Kita juga harus mengetahui ancaman Allah dalam Al Quran untuk mereka yang meninggalkan shalat, sebagai renungan kita agar tidak meninggalkannya.
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin….. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (Qs. Al Mudatsir 42-45)
Setelah shalat wajib, kita dianjurkan juga untuk melaksanakan shalat-shalat sunnah, seperti shalat rawatib, tahajjud, dhuha, dsb. Jadi alangkah baiknya jika kita rajin melaksanakan amalan-amalan Sunnah tersebut, sebagai tambahan pahala dan mendekatkan diri kita kepada Allah.
  •  Luangkan waktu untuk membaca Al Quran
Dengan sering membaca Al Quran maka hati akan menjadi tenang, karena Al Quran adalah pedoman hidup kita, dan juga akan mendatangkan pahala yang besar. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau yang bukan Arab, baik yang bisa bahasa Arab atau tidak. Untuk kita yang tidak tahu akan arti yang terdapat dalam Al Quran, maka kita bisa memahami makna di setiap ayatnya, dengan membaca terjemahannya dalam bahasa kita setelah membaca Al Quran.
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).
  •  Seringlah mengingat Allah
Sering mengingat Allah dan berdzikir akan membuat hati kita menjadi tenang dan nyaman, rasa sedih, gelisah dan kekhawatiran pun InShaAllah akan segera hilang. Hal ini juga akan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, akan timbul rasa takut kepada-Nya jika kita melakukan dosa, dan kita akan terus berusaha untuk mencari ridha-Nya.
…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs 13:23)
  •  Membiasakan puasa sunnah
Puasa Sunnah seperti yang sering di lakukan yakni Puasa senin & kamis akan benar-benar kita rasakan jika kita mengamalkan dan melakukannya dengan istiqamah. Ikhlas adalah kunci dalam beribadah. Hanyalah ibadah yang dilakukan dengan ikhlaslah yang dapat kita kecap hikmahnya dan kita rasakan manfaatnya. Maka dari itu kita harus senantiasa menjaga keikhlasan dalam beribadah agar nilai ibadah yang dilakukan tak menjadi sia-sia. Puasa akan menjaga kita dari perbuatan yang dilarang oleh Allah, karena dengan puasa ini kita akan semakin berhati-hati dalam melakukan setiap hal, kita akan selalu sadar bahwa setiap detik yang kita jalani adalah sebuah ibadah untuk kita, Maka puasa sunnah ini adalah tambahan ibadah yang sangat baik untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah, Semoga kita dapat melaksanakan puasa tersebut dengan baik dan meraih manfaat yang besar serta mendapatkan ridha dari Allah ta’ala.
  • Melakukan kebaikan-kebaikan, sekecil apapun itu bentuknya
Terkadang kita menyepelekan hal-hal kecil yang bisa mendatangkan kebaikan dan pahala utuk kita, maka mulai sekarang biasakan untuk mempraktekkannya dikehidupan sehari-hari. Melakukan perbuatan baik untuk orang lain bisa seperti menyalakan lampu masjid saat gelap, memberikan air minum kepada orang yang lagi kehausan saat diperjalanan, dsb. Tidak peduli betapa sepelenya hal itu, kita harus selalu mempunyai rasa ingin menawarkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, hal ini akan mencerahkan Iman kita. Kebaikan yang kita lakukan yang bermanfaat untuk orang lain akan membuat hati kita bahagia, karena setiap senyuman yang diberikan orang lain untuk kita adalah sebuah kebahagiaan. Karena perbuatan baik adalah investasi kita yang akan bermanfaat bagi kita sebagai bekal dikehidupan yang kekal, bukan investasi dikehidupan ini yang memang sangat sementara. Ingatlah selalu bahwa sekecil apapun perbuatan kita, maka Allah akan menghitungnya dan hal itu akan menjadi salah satu tiket kita menuju surga. Dan juga jika kita diberikan rezeki oleh Allah maka sisihkan sebagian rezeki kita untuk bersedekah dan membantu orang lain yang membutuhkan, atau untuk mereka yang sedang mengalami musibah atau bencana, seperti banjir, gunung meletus, longsor, dsb. Setiap bantuan yang kita berikan akan sangat berharga dan bermanfaat untuk mereka, dan Allah akan membalas setiap amal kebaikan kita.
Allah berfirman dalam Al Quran:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”. (Qs. Fussilat 8)
Waktu didunia ini sangatlah berharga, lebih berharga dari emas atau hal materi yang ada di dunia ini. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai waktu, maka dari itu sudah saatnya bagi kita untuk menggunakan waktu dengan bijak ,untuk meningkatkan keimanan dan keberhasilan kita untuk mencapai sebuah kebahagiaan yang kekal di akhirat.
  • Seringlah mengingat kematian
Allah telah mengatakan dalam Al-Qur’an : “Setiap jiwa akan merasakan kematian.
Kita tahu bahwa kematian adalah suatu hal yang kita tidak akan bisa lepas dan berlari darinya, dan bahkan jika kita berada di sebuah rumah yang dibangun dengan dinding yang kokoh, maka kematian akan selalu menjemput kita suatu saat nanti. Kematian tidak hanya akan datang ketika rambut dan jenggot sudah beruban dan memutih, tetapi dapat datang kapan saja, bahkan ketika seseorang masih bayi , atau orang tua atau remaja atau usia pertengahan. Tak peduli kita memiliki jabatan tinggi, harta melimpah, ataupun kita adalah seorang raja, ajal pasti akan menjemput kita. Banyak orang yang berfoya-foya, bersenang-senang dan ditipu oleh kehidupan dunia yang menawan, mereka sering lengah dari mengingat kematian. Maka merugilah orang-orang tersebut kelak. Bersyukurlah jika kita sering mengingat kematian, karena hal ini akan meningkatkan keimanan dan ibadah kita kepada Allah.
Disebuah hadits Rasulullah bersabda:
“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (dunia), yakni kematian.” (HR Tirmidzi & Nasa’i. Dinyatakan Shohih oleh Ibnu Hibban)
  • Teruslah belajar ilmu pengetahuan
Belajar ilmu pengetahuan terutama tentang islam adalah sebuah keharusan untuk kita. Mempelajari setiap makna yang terkandung dalam Al Quran, membaca buku-buku yang bermanfaat, menghadiri pengajian, memperbanyak teman yang sholeh dan sholehah, maka hal ini akan terus mendorong keimanan kita menjadi kuat dan kokoh. Dengan terus belajar tentang islam, maka akan menjadikan kita hamba Allah yang lebih baik.
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. Az Zumar: 9)
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (Qs. Al Baqarah 269)
  • Perbanyaklah doa ( permohonan kepada Allah )
Doa merupakan media untuk mendekatkan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Melalui doa, kita berusaha untuk terus melantunkan berbagai pujian serta menaburkan harapan kepada Allah. Agama islam menganjurkan kita untuk memperbanyak doa kepada Allah. Segala permintaan dan keinginan kita hanya ditujukan kepada Allah dan bukan kepada makhluk lain. Dengan memperbanyak doa, maka akan semakin mendekatkan kita kepada Allah yang akan terus menambah keimanan kita kepada-Nya. Ketika kita sudah dekat dengan Allah, kita akan selalu berada dijalan uyang sudah ditentukan oleh Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang untuk dilakukan.
Allah berfirman dalam Al Quran:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Qs. 40:60)
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Qs. 7:55)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Qs. 2:186)
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (Qs. 27:62)
  • Serahkan kepercayaan kepada Allah
Cara terbaik untuk meningkatkan Iman kita adalah untuk benar-benar menyerahkan kehendak kita kepada Allah dan memiliki kepercayaan penuh kepada-Nya dan kita dapat melakukan ini dengan melakukan segala yang terbaik untuk mengikuti setiap perintah dalam Al Quran dan Sunnah. Percayalah jika kita kembali kepada Allah di saat bahagia, maka Allah akan membantu kita pada saat kesusahan dan penderitaan. Kita harus memiliki kesabaran dalam setiap keputusan Allah, menerimanya bahwa itu adalah untuk yang terbaik dan dimaksudkan untuk terjadi, karena dia yang mengetahui segala sesuatu dan Maha Kuasa atas segalanya.
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (Qs. 9:51)
Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (Qs. 26:217)
Itulah beberapa cara yang InShaAllah dapat memperkuat dan menambah keimanan kita kepada Allah, semoga kelak di akhirat kita termasuk orang-orang yang beruntung yang mendapatkan kebahagiaan di surga Allah yang kekal. Terus perbaiki diri dan selalu melangkah pada jalan lurus Allah.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sumber : https://kurilz.wordpress.com/2014/02/15/cara-untuk-memperkuat-keimanan-kita-kepada-allah/

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan sobat, Semoga artikel serta informasi yang saya berikan bermanfaat untuk sobat semua.
Silahkan berikan komentar sobat agar saya dapat memperbaiki kekurangan dari blog saya. Dan agar saya dapat berkunjung ke blog sobat.

Peraturan :
Berkomentarlah dengan bahasa yang disenangi Tuhanmu :)